Arabika Dogiyai laris manis di ajang Jakarta Coffee Week 2017

Kamis , 21 September 2017 09:33 | Berita Perusahaan | Dibaca 151 kali

Direktur Eksekutif Yapkema Papua, Hanok Herison Pigai, saat menjelaskan tentang kopi arabika Dogiyai kepada pengunjung - IST

 

Jayapura, Jubi - Yayasan Pengembangangan Kesejahteraan Masyarakat (Yapkema) Papua yang telah membina pengembangan kopi arabika Dogiyai green bean (biji hijau) milik petani kopi melalui proses full washed ini akhirnya habis terjual di pasar kopi pada acara Jakarta Coffee Week (Jacoweek) 2017 yang diselenggarakan pada 8-10 September 2017 di HYPE Land, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Barat.

Direktur Eksekutif Yapkema Papua, Hanok Herison Pigai, mengatakan pada ajang itu sebanyak 50 kg biji kopi arabika Dogiyai yang ditanam di kampung Pautadi itu terjual habis.

“Sejak awal kami memang diinformasikan bahwa arabika Dogiyai ini banyak yang cari. Jadi membawa 50 kg sebetulnya tidak cukup. Harusnya minimal 100 kg,” kata Hanok Herison Pigai kepada Jubi via selular, Selasa (19/9/2017).

Lelaki Paniai yang memiliki sertifikat pelatih dalam pengembangan kopi hulu-hilir ini mengatakan selain bisa bertemu langsung dengan para petani yang kopinya selama ini termasuk idola, seperti kopi dari Papua, juga dapat menemukan kopi-kopi single origin yang baru dikenal namanya.

Keikutsertaan kopi arabika Dogiyai dengan merk dagang ‘Enauto’ oleh Yapkema tersebut, ia menjelaskan, dimungkinkan berkat kerjasama lembaga ini dengan Sustainable Coffee Platform of Indonesia (SCOPI).

“Karena SCOPI adalah penyelenggara acara pasar kopi di Jacoweek 2017 yang mendatangkan para petani dan ketua kelompok tani dari 15 provinsi untuk menggelar dan menawarkan kopi andalan mereka masing-masing,” kata dia.

Yapkema, lanjut dia, adalah anggota SCOP sehingga dirinya mendapat sertifikat pelatih kopi dari pelatihan yang diselenggarakan SCOPI tahun 2016 lalu. Pada kesempatan itu ia dengan sigap mengenalkan green bean arabika Enauto Dogiyaimilik petani dari Pautadi Dogiyai ke khalayak pecinta kopi di Jakarta dan pengunjung-pengunjung mancanegara.

“Kalau tidak dibatasi per orang hanya boleh membeli 1 kg, mungkin sejak hari pertama Kopi Dogiyai sudah habis. Ini ada pembeli dari Jerman, dia bersemangan sekali,” ujar Hanok.

JACOWEEK 2017 ini diselenggarakan oleh ABCD School of Coffee dan HYPE Project bekerjasama dengan Bank Mandiri dalam rangkaian panjang Pesta Kopi Mandiri. Kehadiran petani kopi turut membantu perdagangan langsung antara petani dengan para penggiat industri kopi lainnya, seperti juru sangrai, juru seduh, juga pemilik kedai kopi.

“Dengan diadakannya JACOWEEK 2017 ini diharapkan dapat menguatkan industri kopi spesial Indonesia supaya tidak menjadi tren sesaat melainkan budaya dan gaya hidup, hingga tercipta keberlangsungan yang terus bertumbuh,” tutur Ve Handojo, salah satu penggagas ABCD School of Coffee, seperti dikutip dari kopikini.com. (*)