Menikmati Kopi Papua Diiringi Musik Jazz

Minggu , 12 Oktober 2014 16:57 | BBCoffee | Dibaca 1137 kali

JIKA Anda penikmat kopi dan penggemar musik jazz, datanglah ke kafe Intro Jazz di BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Di kafe ini, setiap Jumat malam dan Sabtu malam, pengunjung dapat menikmati pertunjukan musik jazz yang dimainkan berbagai komunitas dan grup jazz berganti-ganti.


Sabtu (4/10/2014) malam lalu, grup jazz yang terdiri dari Cendy Luntungan, Aga Hamzah, Happy Pretty, dan Gomez tampil di  tempat ini. Malam itu mereka membawakan lagu-lagu di antaranya “As Time Goes By” dan “Just The Two of Us”.  

Kehadiran kafe khusus jazz yang dibuka satu pekan sebelum Hari Raya Idul Fitri tahun ini, tentu saja disambut gembira oleh penggemar jazz. “Sudah lama saya mencari kafe khusus jazz. Saya gembira menemukan kafe ini,” kata Andin, seorang pecinta musik jazz. Andy Noya, “host” program Kick Andy di Metro TV juga pelanggan tetap kafe ini. 

Direktur Operasi Intro Jazz Cafe & Bistro, Ivan Tanuwijaya, mengungkapkan, dia dan 12 mitra pemilik kafe ini memilih konsep kafe jazz karena bertujuan ingin memajukan jazz di Indonesia.

“Kami tahu ini tidak mudah karena jazz bukanlah musik sehari-hari yang disukai banyak orang. Biasanya kafe jazz tidak tahan lama dan terpengaruh musik lain. Tapi kami yakin kafe jazz di Serpong ini akan berkembang,” cerita Ivan. Di Serpong sendiri, sudah berkembang komunitas jazz BSD. 

Pada awalnya Ivan dan kawan-kawannya hanya ingin menyediakan kopi. Tetapi kemudian mereka berpikir perlu menyediakan juga mocktail dan makanan. Yang menarik, semua kopi yang disediakan di Intro Jazz berasal dari Papua. “Kami menggunakan kopi Papua karena ingin mempromosikan Papua sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani kopi Papua. Selain itu, kopi Papua lebih organik, rasanya fruity, dan diambil langsung dari hutan,” jelas Ivan.

Ivan yang menyelesaikan kuliah di Amerika Serikat dan bekerja di sana selama 12 tahun itu,  bermimpi, suatu hari Intro Jazz menjadi basecamppemain-pemain jazz di Indonesia, seperti klub-klub jazz Blue Note di Tokyo, Jepang, atau Baked Potato di Los Angeles, Amerika Serikat. “Ada rasa bangga bila bermain di klub jazz itu. Kami berharap siatu hari Intro Jazz mencapai itu,” ungkap Ivan.

Dia juga merencanakan mengajak pemain jazz internasional bermain di Intro Jazz agar menjadi bagian edukasi bagi pemain-pemain jazz Indonesia. 

Atmosfer Kafe Intro Jazz seperti gudang, tak ada pembatas dan plafon. Yang ada hanya foto-foto para pemain jazz terkenal yang dipajang di sekeliling kafe yang dipinjamkan jazzer Ireng Maulana. Foto-foto pemain jazz dunia itu mulai dari George Benson, Al Green, Wynton Marsalis, Herbie Hancock, Candy Dulfer, Pat Metheny, John Scofield, sampai Miles Davis.

Makanan

Suasana nge-jazz di kafe ini diimbangi dengan makanan yang disajikan, kombinasi makanan Indonesia dan barat. Salah satu yang terkenal adalah Fat Man Burger 750 gram. Burger setebal itu biasanya dihabiskan oleh empat sampai delapan orang.  Makanan barat lainnya yang digemari tamu yaitu Sirloin. Daging empuk ini diimpor khusus dari Amerika Serikat.

Adapun makanan Indonesia yang dicari pengunjung adalah ayam panggang madu dan mi tek-tek. Makanan-makanan ini hasil racikan chef yang “dibajak” dari sebuah hotel bintang empat di Jakarta. 


Meskipun masih baru, kafe ini sudah menjadi tempat nongkrong dan hang-out para mahasiswa di kawasan Serpong, mulai dari Swiss German University, Universitas Multimedia Nusantara, sampai Universitas Pelita Harapan. “Keunggulan kami adalah akses internet yang cepat,” kata Ivan. 

Intro Jazz Cafe & Bistro berlokasi di kawasan CBD BSD, di antara McDonald’s dan Lembur Kuring, di belakang Giant BSD. Akses ke BSD saat ini makin cepat dan mudah setelah jalan tol JORR W2 beroperasi. Penggemar jazz dari Tangerang, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Bekasi, lebih cepat mencapai lokasi ini.


Penulis

: R. Adhi Kusumaputra

Editor

: I Made Asdhiana

Rabu, 8 Oktober 2014 | 09:41 WIB, Travel.Kopmas.com