Kopi-Kopi Papua

Senin , 11 November 2013 22:00 | Berita Perusahaan | Dibaca 1057 kali

Ini adalah tentang kopi-kopi dari Tanah Papua. Belum sempat semuanya saya cicipi. Bukan kenapa-kenapa, tapi kopi yang bungkusnya sudah dibuka, aromanya akan segera hilang/berkurang, segera menyeruap kalau tidak segera diseduh. Jadilah kopi-kopi dari tanah Papua ini menunggu giliran waktunya untuk dibuka nantinya.
 

Kopi “Lembah Baliem” Wamena

 opi Papua pertama yang pernah saya coba adalah Kopi “Lembah Baliem” -Wamena, pemberian teman yang keluarganya bekerja di tanah papua.

Kopi Baliem ini adalah kopi papua jenis arabika. Seperti khasnya arabika, karakter rebusannya asam, agak beda dengan karakter rebusan kopi robusta yang lebih pahit. Tidak terlalu pahit  karena memang arabika memiliki kadar kafein yang lebih rendah dibanding robusta. Rasa seduhannya asem semriwing agak pahit dengan aroma yang harum seperti wangi tanah bercampur kayu lapuk terkena hujan.


Ketika saya cari informasinya, kopi Baliem ini sudah mulai dikenal oleh penikmat kopi dari amerika dan eropa. Bahkan, konon kabarnya, Kopi Baliem ini sudah siap dipasarkan sebagai salah satu varian menu dari raksasa warung kopi Starbuck.

Kopi Wamena kini disebut "Baliem Blue Coffee" (disingkat BBCoffee) dan diproduksi secara luas oleh Koperasi Serba Usaha Baliem Arabica, berkantor pusat di Wamena, Papua. 

Kopi “Garuda Mas” Biak

 
“Istimewa.” “Kopi bubuk cap Garuda ini dibuat dari biji kopi pilihan dan diproses secara khusus sehingga mengalami keharuman aroma yang istimewa.” Begitu promo yang tertulis dalam kemasannya.


Saya dapet, lagi-lagi, dari temen baik hati yang tahu kalau saya doyan kopi sehingga disempatkan olehnya membeli kopi ini ketika sedang mampir Pulau Biak,  Kabupaten Biak Numfor di selatan kaki Papua.


Kopi Biak ini saya seduh menggunakan Vietnam coffee drip, coffee maker khas Vietnam.  Cara seduhnya seperti ini. Pertama coffee drip yang sudah saya letakkan di atas bibir gelas, saya tuang dengan kopi Biak bubuk sebanyak tiga sendok teh di atas saringannya. Kemudian saya tuangkan air panas ke dalamnya sehingga akhirnya alat ini meneteskan sari kopi biak, tanpa ampas, perlahan-lahan dari atas saringan ke dalam gelas di bawahnya.


Tidak ada penjelasan di kemasan kopi biak ini termasuk jenis apa, tapi dari rasa asam dan sepet yang lidah saya rasakan sepertinya kopi ini termasuk jenis Arabika yang lembut.
 

Kopi “Cenderawasi” Yapen

Kopi Papua lainnya yang saya punya adalah Kopi “Cenderawasi” dari Kepulauan Yapen. Kalau kata temen saya yang memberikan kopi ini, kopi yapen adalah kopi yang paling nikmat di Papua. Ada dua alasan katanya yang menyebabkan kopi ini istimewa. Pertama,  karena kopi yapen ini di olah secara tradisional di Yapen, tepatnya di desa Ambai Diru. Kedua, karena cara menggoreng biji kopinya yang setengah matang, sehingga masih meninggalkan aroma legit seperti rempah sehingga ketika diseduh wanginya seperti wangi kopi capucino.


Masih kata temen saya itu, kopi yapen ini mudah ditemui di toko-toko serba ada di Kota Serui. Setengah kilogram seharga sepuluh ribu rupiah. Hanya sayangnya, walau kata doi murah,  yang diberikan ke saya sebagai oleh-oleh hanya kopi yapen berukuran saset kecil kurang dari 30 gram. Hahaha.
Kopi yapen ini belum sempet saya minum. Akan saya update postingan ini suatu saat kalau kopi Yapen ini sudah saya seduh.
 

Kopi “Senang” Papua Barat

Ini juga kopi Papua pemberian yang belum sempat saya cobain, sehingga saya belum bisa memberikan gambaran tentang rasanya.

Yang bisa saya ceritakan saat ini, kopi yang diproduksi oleh PT Senang Abadi Irian Jaya Barat ini menjamin bisa memberikan “Rasa istimewa harum sedap dengan kwalitet terjamin”, begitu tulisan dalam kemasannya. Semoga anda “senang” setelah meminumnya.
«»
Saya bukan barista ahli yang paham akan jenis-jenis kopi dan cara penyajian yang tepat dan seharusnya. Yang saya pahami adalah saya suka rasa dari berbagai macam-macam kopi lokal secara sederhana. Sesederhana kopi-kopi yang disuguhkan oleh tuan rumah orang-orang Papua yang baik hati, sambil berbagi cerita dengan tamu-tamunya. Jadi, sudahkah anda me-ngopi hari ini?

[http://lembaranpung.wordpress.com/2011/03/13/kopi-kopi-papua/]