Kopi Papua Wamena, Beda Teknik Seduh Beda Rasa

Sabtu , 19 Oktober 2013 23:06 | Ekonomi & Bisnis | Dibaca 765 kali

KOMPAS.com - Bagi penikmat kopi, pastinya sangat menginginkan rasa kopi yang sebisa mungkin memiliki variasi. Sebenarnya Anda bisa mendapatkan rasa kopi yang beda dari biji kopi yang sama, rahasianya ada pada teknik menyeduh.

Biasanya, banyak orang memilih teknik seduh praktis, yakni memasukkan kopi dalam cangkir, lalu diseduh dengan air mendidih. Abud, bagian research and development Djournal Coffee mengatakan, setidaknya ada tiga teknik seduh kopi lainnya yang bisa digunakan. Ketiganya yakni pour over, syphon dan cold drip. 

"Masing-masing teknik seduh kopi, menggunakan gadget atau bentuk alat yang juga berbeda," ujar Abud, saat ditemui di Djournal Coffee, Grand Indonesia, Rabu (11/9/2013).

Pour over, kata Abud merupakan teknik lama yang sekarang menjadi tren. Kopi disaring dengan filter kertas yang mengerucut. Dengan alat ini, beda cara menuang akan melahirkan rasa yang berbeda. Begitu juga dengan filternya, bisa dibasahi terlebih dahulu bisa juga tidak. Lagi-lagi setiap langkah akan membuat rasa kopi berbeda. Untuk pour over, durasinya merentang antara dua sampai tiga menit.

Teknik seduh kedua, ada syphon.  Bentuknya seperti vacuum pot, yang terdiri dari dua gelas, dengan posisi atas dan bawah. Bagian atas tempat menuangkan kopi, sementara itu bagian bawah menjadi sumber pemanasnya. Kopi dituangkan setelah air yang ada di bagian atas tampak sudah mendidih. Durasinya cukup 40 detik dan setelah pemanas dimatikan, kopi dengan sendirinya turun ke bagian bawah. 

Sementara, teknik seduh kopi ketiga ada cold drip. Bentuknya menjulang dengan ukuran lebih besar. Durasi pembuatan bisa berlangsung 8 hingga 10 jam, tapi dengan kapasitas yang bisa mencapai 10 cangkir kopi. 

Untuk rasanya, kopi dengan teknik seduh pour over  memiliki rasa lebih kuat dibanding syphon yang lebih ringan. Sementara cold drip dengan rasa dingin, ibarat menikmati wine, rasanya menjadi lebih unik, minumlah dan kumpulkan di dalam mulut, kemudian dalam hitungan menit tenggorokan pun akan terasa hangat.

"Bagi mereka penikmat kopi, tiga teknik ini menjadi sensasi tersendiri, dan di sini mereka bisa melihat prosesnya langsung," ujar Christine Utomo, asisten brand manager Djournal Coffee. 

Ketiga teknik tersebut bisa diimplementasikan pada kopi arabika yang berasal dari Papua Wamena. Selain itu, ada Djournal Daily dan Toraja Kalosi untuk pour over dan syphon, serta kopi enrekang untuk cold drip.

Penulis : Rahman Indra
Editor : D. Syafrina Syaaf
Kamis, 12 September 2013 | 07:26 WIB, Female Kompas.com