Dovie Coffee : Masa Depan Kopi Dunia

Minggu , 20 Oktober 2013 00:54 | Ekonomi & Bisnis | Dibaca 1019 kali

Kopi merupakan minuman yang disukai oleh semua kalangan tanpa memandang gender apapun, laki – laki maupun perempuan, bahkan tidak mengenal usia, yang muda sampai yang tua sangat menyukai minuman ini.  Apalagi kopi sekarang ini hadir dalam berbagai variasi rasa, sehingga dapat dikonsumsi dalam kondisi apapun.

 

Credit

Kopi adalah sejenis minuman yang berasal dari proses pengolahan dan ekstraksi biji tanaman kopi.  Negara yang pertama kali menemukan kopi sebagai minuman yang berenergi dan berkhasiat adalah Ethopia yang terletak di benua Afrika.  Dan masuk ke Indonesia pada tahun 1690 pihak Belanda membawa biji – biji kopi tersebut ke tanah air.  Tujuannya adalah untuk mengkultivasi biji kopi tersebut di Indonesia.  Semua orang tahu kalau Indonesia memang negara yang subur, jadi tidak salah jika Belanda membawa biji – biji kopi tersebut ke bumi pertiwi.  Dan hasilnya biji kopi yang dibawa oleh Belanda menjadikan negara kita Indonesia sebagai penghasil kopi nomor 3 di dunia setelah Brazil dan Vietnam.

 

Kopi biasanya dikonsumsi orang apabila ingin lembur dimalam hari, padahal manfaat kopi bukan hanya bisa membuat kita melek semalaman tapi ada banyak manfaat bagi kesehatan pengkonsumsi kopi.  Manfaat dari meminum kopi adalah : dapat mengurangi resiko terkena penyakit parkinson, mengurangi resiko diabetes type 2, mengurangi resiko penyakit jantung, efek dari kafein juga dapat membuat sperma berenang lebih cepat dan mampu meningkatkan kesuburan, dapat mengurangi resiko ostereoporosis, dapat mengobati sakit kepala, mengurangi depresi, mencegah resiko kanker mulutdan melindungi gigi, mempertajam ingatan, meningkatkan kinerja, meningkatkan metabolisme dan mencegah batu ginjal.  Kopi juga merupakan anti oksidan alami yang dapat menurunkan berat badan.

 

Dan menurut informasi  dari hasil wawancara santai ditengah malam buta dari narasumberku yang tidak lain adalah suamiku sendiri.  Beliau menyatakan bahwa di Tanah Toraja yang juga kampung halamannya, bahwa balita yang sudah mulai diberikan tambahan makanan, sebaiknya diberikan kopi hitam sesendok atau dua sendok, hal ini bertujuan supaya si balita terhindar dari penyakit step. Begitu banyak manfaat dari kopi yang mungkin tidak diketahui orang.

 

Jenis – Jenis Kopi

 

Kopi yang beredar di dunia ada 2 jenis spesies yaitu Coffea Arabica dan Coffea Robusta.  Dari kedua jenis kopi ini yang paling banyak varietasnya adalah Coffea Arabica.  Rasa dari masing – masing kopi ini mempunyai rasa yang berbeda dan keunikan tersendiri.  Adapun yang termasuk jenis kopi Arabica adalah : Kopi Colombia, Colombian Milds, Costa Rican, Guatemala Huehuetenango,  Ethiopian Harrar, Ethiopian Yirgacheffe, Hawaiian Kona Coffee, Jamaica Blue Mountain Coffee, Kopi Jawa, Kenyan, Mexico, Mocha, Santos, Sumatra Mandheiling, Sumatra Lintong, Gayo Coffee, Sulawesi Toraja Kalosi, Tanzania Peaberry dan Uganda.

 

Sedangkan varietas kopi Robusta adalah kopi Luwak dan Kape Alamid.  Kopi Luwak ini adalah salah satu kopi termahal di dunia, selain karena rasanya yang memang nikmat, proses pembuatannya pun unik karena diproses dengan bantuan musang.

 

Kopi ala Vietnam

 

Di Asia Tenggara, selain Indonesia ada Vietnam sebagai penghasil kopi nomor 2 di dunia.  Selain beras, Vietnam juga memproduksi kopi sebagai salah satu hasil perkebunan dan sekarang menjadi pendapatan utama di negara tersebut.

 

Kopi Arabika Vietnam (Sumber : disini)

Walaupun sempat dilanda perang yang berkepanjangan, tapi Vietnam mampu tumbuh sebagai produsen kopi di Asia.  Produksi kopi di Vietnam sudah dimulai di awal abad ke-20 dan dirintis dari usaha dengan skala kecil sampai akhirnya  menjadi lahan perkebunan.

 

Vietnam sesungguhnya mengenal kopi dari Indonesia, pemerintah Vietnam membeli bibit – bibit kopi dari Indonesia kemudia dikembangkan di Vietnam.  Dan Vietnam pun hanya mengandalkan kondisi tanah di tepi sungai Mekong untuk menanam kopi.

 

Dalam hal penyajian, Vietnam punya ciri khas tersendiri.  Berikut cara penyajian kopi ala Vietnam yang dihimpun dari berbagai sumber :

 

1.      Beberapa produsen kopi di Vietnam melakukan percampuran berbagai macam kopi untuk  menemukan rasa yang berbeda (seperti Arabica, Robusta, Chari dan beberapa jenis kopi varietas  Arabica asli).

Penyeduhan kopi ala Vietnam (Sumber : disini)

2.     Kopi dipersiapkan dalam satu cangkir untuk satu orang disertai dengan alat penyaring ditambah dengan  susu kental manis, sebagai pengganti gula.  Kopi ini disajikan di pinggir meja bersama dengan penyeduhannya, tradisi minum kopi seperti ini yang disukai oleh orang – orang Vietnam.

 

Es dan Kopi Vietnam (Sumber : disini)

3.   Minuman kopi yang diseduh kemudian dicampur dengan es batu dan susu kental manis, cara ini dikenal         dengan Ca phe sura da.  Apabila kopinya diminum tanpa es disebut Ca phe sura nong. 

 

Sangat menarik, unik dan layak untuk dicoba ^_^

 

Kopi ala Indonesia

  

Kopi Luwak (Sumber : disini)

Sebenarnya kopi Indonesia lebh beragam dibanding Vietnam, hal ini terbukti dengan adanya beberapa jenis kopi yang berhasil menembus pasar dunia dengan harga yang cukup fantastis.  Sebut saja kopi luwak, kopi yang diambil dari sisa kotoran luwak atau musang ini diyakini memiliki rasa yang unik.  Buktinya tidak tanggung – tanggung kopi luwak dihargai Rp. 1.500.000/setengah kilogram-nya.  Fantastis bukan.

 

Selain kopi luwak, salah satu kopi yang juga menembus pasar dunia adalah kopi Toraja atau kopi Celebes Toraja Kalosi.   Kopi ini memiliki kandungan asam yang rendah, bahkan dari narasumberku langsung yang memberikan informasi bahwa kopi Toraja ini, rasa pahitnya cepat sekali hilang jadi terkadang tidak perlu memberikan gula pada saat disajikan. Tapi, harga kopi jenis ini cukup mahal karena buahnya sedikit.

 

Bersama dengan kopi luwak, kopi toraja juga sudah merambah luar negeri.  Bahkan sudah di jual di gerai – gerai kopi di berbagai negara.  Tapi, jangan heran dengan harganya yang sangat fantastis untuk ukuran orang Indonesia.

 

Credit

Walaupun demikian nasib kopi toraja tidak semanis kopi luwak, karena kopi toraja sudah menjadi sebuah merk dagang di Jepang dan Amerika.  Ini adalah kerugian terbesar untuk Indonesia padahal Jepang adalah pangsa pasar untuk kopi toraja, karena  40% kopi yang dikonsumsi di Jepang adalah dari Toraja.

Masih banyak jenis – jenis kopi yang dimiliki oleh Indonesia seperti kopi Aceh, kopi Bali, kopi Wamena dan kopi Jawa.  Kopi – kopi ini memiliki pangsa pasar sendiri.

 

Walaupun Indonesia memiliki banyak varietas kopi dibandingkan Vietnam, tapi Vietnam mampu menjadi penghasil terbesar di kawasan Asia.  Ada beberapa faktor yang membuat Indonesia masih jauh tertinggal dari Vietnam.  Faktor – faktor tersebut adalah :

 

   1.      Belum meratanya penggunaan bibit unggul oleh petani – petani di Indonesia, berbeda dengan Vietnam   yang memang sudah menggunakan bibit unggul dan intensif bagi para petaninya.

 2.  Kurangnya penyuluhan bagi petani kopi, mengakibatkan petani menjadi kurang terampil dalam hal  mengolah kopi, padahal kalau boleh jujur tanaman kopi sudah ada sejak jaman Belanda.  Lain halnya  dengan Vietnam yang  menyebarkan penyuluh – penyuluh pertaniannya dimana – mana walaupun dengan lahan yang sangat terbatas.

3.  Mahalnya harga pupuk sehingga mutu kopi yang dihasilkan dan produksinya juga tidk maksimal.  Untuk itu sebaiknya ada dukungan dari pemerintah daerah dalam hal tersebut, misalnya dengan memberikan bantuan berupa pupuk ataukah menjual pupuk dengan harga diskon atau bisa juga pemerintah memberikan kredit tanpa bunga kepada petani kopi.

4.   Teknologi yang kurang memadai, harus diakui bahwa Vietnam memang selangkah lebih maju untuk urusan teknologi disektor perkopi-an ini.

 

Keempat poin diatas adalah hal – hal yang mendasari mengapa Indonesia kalah dari Vietnam untuk urusan produksi kopi ini.  Untuk itu diperlukan jurus – jurus jitu supaya produksi kopi Indonesia bisa ditingkatkan.

 

Selain itu di Indonesia masih sedikit gerai – gerai kopi yang menyediakan kopi khas Indonesia.  Padahal potensi pasar untuk gerai – gerai kopi cukup besar, akan sangat disayangkan jika yang melihat peluang ini adalah negara lain.  Yah, nasibnya bisa saja seperti kopi Toraja, yang hak jualnya diambil negara lain, sebagai akibat dari kurang jelinya bangsa ini melihat kesempatan yang ada.

 

Kolaborasi Indonesia Vietnam

 

Daripada kita sibuk bersaing dengan Vietnam untuk urusan kopi, mungkin ada baiknya kita berkolaborasi.  Kolaborasi ini bertujuan untuk menyambut ASEAN Community 2013, hasil kolaborasi kopi Inodnesia dan Vietnam ini tentu akan mengguncangkan dunia.  Ketika peringkat 2 digabungkan dengan peringkat 3 bisa jadi menjadi nomor satu.

 

Apalagi konsumsi kopi saat ini sudah semakin meningkat, Indonesia sendiri belum mampu memenuhi kebutuhan pasar.  Jadi jika Indonesia – Vietnam berkolaborasi diharapkan kelak mampu menguasai pasar kopi dunia.  Bukan tidak mungkin hal ini terjadi.

 

Apalagi jika biji kopi unggulan dari Indonesia dicampur dengan biji kopi unggulan Vietnam.  Bisa jadi menghasilkan aroma yang menyegarkan dengan rasa yang mengguncang.  Pencampuran biji kopi akan menghasilkan keseimbangan rasa dan kompleksitas aroma.

 

Kopi luwak misalnya yang harganya mahal jika dicampur dengan kopi dari Vietnam yang tidak seberapa mahal, campuran ini disebut blend.  Campuran kopi luwak dan kopi Vietnam ini bisa diberi nama “Luwak Blend”.

 

Dari kasus kopi toraja diatas, maka bisa juga dicampur antara kopi toraja dengan kopi Vietnam, tapi dengan nama yang berbeda.  Atau  mencampur jenis – jenis kopi yang berasal dari Indonesia lainnya seperti kopi aceh, kopi bali, kopi jawa atau kopi wamena dengan kopi yang berasal dari Vietnam.

 

Hasil kolaborasi atau perpaduan dari jenis – jenis kopi tersebut akan menghasilkan brand baru yaitu “Dovie Coffee”.  Jika hal ini terjadi maka masa depan kopi dunia ada di tangan Indonesia dan Vietnam yaitu Dovie Coffe.

 

Hal ini bukan saja hanya mimpiku pribadi, tapi jika semua elemen mampu melihat peluang ini bukan tidak mungkin maka Indonesia  dan Vietnam akan merebut pangsa pasar kopi di seluruh penjuru dunia. 

 

 

Salam

 

Yunarty Yahya Elias

 

 

Sumber Bacaan :

1.  www.wikipedia.org (sumber tersering)

2.  www.luckyandstrike.blogspot.com

3. Vivanews edisi Kamis, 9 Mei 2013

4. www.kopiarabika.com

5. www.manfaatkopi.com

6. www.thecrowdvoice.com

7. www.metris-community.com

8. Hasil obrolan santai dengan Pak Elias Moni, Si Pencandu Kopi (orang paling ganteng di rumahku untuk         saat ini ^_* ).

 

http://unekunekaty.blogspot.com/2013/08/minuman-yang-disukai-oleh-semua.html